Berita InvestigasiDaerah
27

Sinergi Atasi Antrean, Gubernur Koster dan Kapolda Bali Terapkan Sistem Ganjil Genap di Seluruh SPBU Bali

DENPASAR –RADAR KAMELA COM Gubernur Bali Wayan Koster bersama Kapolda Bali Irjen Pol Pasma Royce memperkuat sinergi untuk mempercepat pemulihan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali.

Salah satu kebijakan strategis yang disepakati adalah penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM jenis Pertalite di seluruh SPBU di Bali.

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Gubernur Bali No. B.21.500.1/16673/V/DISNAKER.ESDM dan berlaku untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.

Aturan mainnya sederhana: kendaraan dengan plat nomor berakhiran angka ganjil boleh mengisi pada tanggal ganjil, dan plat genap pada tanggal genap. Selain itu dibatasi maksimal pengisian 20 liter untuk mobil dan 3 liter untuk motor.

Gubernur Koster memutuskan kebijakan yang awalnya berlaku 17-19 Oktober 2026, *diperpanjang hingga Jumat, 23 Oktober 2026* karena dinilai efektif mengurangi kepadatan antrean. 6c78

“Perpanjangan ini kami putuskan setelah evaluasi bersama Pertamina, masukan bupati/walikota, petugas SPBU, dan masyarakat. Jika distribusi sudah normal sebelum tanggal itu, akan kami hentikan lebih awal,” tegas Koster.

Kapolda Bali Irjen Pasma Royce menyatakan siap mendukung penuh di lapangan. Polda Bali mengerahkan personel untuk pengawalan truk tangki Pertamina dari Depot Manggis menuju SPBU dan pengamanan pelayanan di SPBU agar tertib.

Dukungan juga datang dari TNI. Sebanyak 100 personel Kodam IX/Udayana disiagakan sebagai operator SPBU di malam hari, dan 66 SPBU disiagakan operasi 24 jam di Denpasar dan Badung.

Menurut Gubernur Koster, hasil kebijakan ini sudah terlihat. “Hari Sabtu dan Minggu sampai hari ini suplai minyak ke SPBU berjalan lancar dan tidak lagi antrean banyak. Bahkan sudah tidak ada antrean di beberapa SPBU,” ujarnya.

Pemprov Bali bersama Kementerian ESDM melaporkan stok BBM Bali kini sudah pulih menjadi 11-12 hari dan ditargetkan naik menjadi 15 hari ke depan.

Pemprov menegaskan kebijakan ganjil-genap bersifat sementara dan akan terus dievaluasi berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

(Korwil )

You cannot copy content of this page

Exit mobile version