Nasional

Gandrung Sewu 2026 Siap Guncang Pantai Marina BOOM., 1300 Penari Gandrung Bersinar dalam Konsep GLOW IN THE DARK!!

51
×

Gandrung Sewu 2026 Siap Guncang Pantai Marina BOOM., 1300 Penari Gandrung Bersinar dalam Konsep GLOW IN THE DARK!!

Sebarkan artikel ini

BANYUWANGI, RADARKAMELA.COM —

Banyuwangi kembali bersiap mencuri perhatian publik melalui perhelatan budaya kolosal Gandrung Sewu 2026. Tahun ini, pertunjukan ikonik yang menjadi kebanggaan masyarakat Bumi Blambangan tersebut bakal tampil dengan wajah baru: konsep glow in the dark yang memadukan kemegahan tari tradisional, permainan cahaya, dan kreativitas artistik modern di tengah suasana malam.

Sebanyak 1.300 penari dijadwalkan tampil di Pantai Marina Boom Banyuwangi pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Mengusung konsep berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, Gandrung Sewu 2026 diproyeksikan menghadirkan pengalaman visual yang lebih spektakuler sekaligus mempertegas posisi Banyuwangi sebagai salah satu daerah yang konsisten mengembangkan pariwisata berbasis kebudayaan.

Gambaran kemegahan pertunjukan tersebut telah diperkenalkan melalui Gandrung Sewu Mini Show di amfiteater panggung budaya Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada 14 November 2026, sebagaimana tercantum dalam materi rilis. Sebanyak 40 penari tampil memperkenalkan daya tarik Gandrung Sewu kepada publik ibu kota. Namun, tanggal mini show tersebut perlu dikonfirmasi kembali karena berada setelah jadwal utama Gandrung Sewu yang disebut berlangsung pada 24 Oktober 2026.

Penampilan para penari dengan kostum dan ornamen bercahaya menjadi daya tarik tersendiri. Pendar warna yang menonjolkan omprok serta motif busana menghadirkan kesan artistik yang berbeda dari pertunjukan konvensional. Perpaduan tradisi dan teknologi pencahayaan inilah yang diharapkan mampu memperluas daya tarik Gandrung Sewu, terutama bagi generasi muda dan wisatawan yang mencari pengalaman budaya yang unik.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa perubahan konsep tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan inovasi tanpa meninggalkan akar tradisi. “Konsepnya glow in the dark. Kita kolaborasi dengan InJourney untuk menghadirkan konsep pertunjukan yang baru,” ujar Ipuk, sebagaimana dikutip dalam rilis pada 17 Oktober 2026.

Inovasi tersebut bukan sekadar mengubah waktu pertunjukan dari siang menjadi malam. Penyesuaian juga dilakukan terhadap sejumlah bagian koreografi agar kilauan cahaya pada kostum dan atribut penari dapat berpadu dengan gerakan secara optimal. Koordinator Pelatih Tari Gandrung Sewu, Suko Prayitno, menjelaskan bahwa perubahan teknis itu dirancang untuk memperkuat visual pertunjukan tanpa menghilangkan pakem tari Gandrung.

Menurut Suko, tema “Kembang Darmo” tetap menjadi landasan dalam penyajian tarian yang merepresentasikan keluhuran budaya Blambangan. Dengan demikian, kemasan modern yang dihadirkan bukan dimaksudkan untuk menggantikan identitas tradisi, melainkan memperkaya cara masyarakat menikmati dan mengenal warisan budaya Banyuwangi.

Kolaborasi dengan InJourney, perusahaan yang bergerak di sektor aviasi dan pariwisata, juga menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi destinasi daerah. Sinergi tersebut diharapkan membuka ruang lebih luas bagi pengenalan budaya Banyuwangi kepada wisatawan dari berbagai wilayah, sekaligus memperkuat keterhubungan antara atraksi budaya dan pengembangan pariwisata.

Kini, perhatian tertuju pada panggung Pantai Marina Boom. Jika seluruh konsep artistik, koreografi, dan pencahayaan berjalan sesuai rencana, Gandrung Sewu 2026 berpotensi menjadi salah satu pertunjukan budaya paling mencolok di Banyuwangi tahun ini. Lebih dari sekadar tontonan kolosal, perhelatan ini menjadi ujian kreativitas untuk membuktikan bahwa tradisi dapat terus berkembang tanpa kehilangan jati dirinya.

Ajakan Bupati Ipuk agar masyarakat menjadi saksi pertunjukan dengan konsep baru tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa Gandrung Sewu bukan hanya milik panggung atau pemerintah daerah, melainkan kebanggaan bersama masyarakat Banyuwangi. Di tengah gemerlap cahaya malam, 1.300 penari diharapkan membawa satu pesan kuat: budaya lokal tetap hidup, berakar, dan mampu bersinar di panggung modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page