Berita

Bayi Meninggal Usai Persalinan di Rumah Praktik Desa Bomo, Dugaan Proses Persalinan Tanpa Kehadiran Tenaga Medis Disorot

95
×

Bayi Meninggal Usai Persalinan di Rumah Praktik Desa Bomo, Dugaan Proses Persalinan Tanpa Kehadiran Tenaga Medis Disorot

Sebarkan artikel ini

RADARKAMELA.COM
BANYUWANGI – Peristiwa dugaan meninggalnya seorang bayi setelah proses persalinan di salah satu rumah bersalin/praktik tenaga medis di Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, pada Selasa, 8 September 2026, menjadi perhatian masyarakat.

Bayi tersebut merupakan anak dari pasangan C dan Y. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kuat dugaan proses persalinan berlangsung di rumah praktik milik ID, yang diketahui merupakan tenaga medis yang juga bekerja di salah satu fasilitas kesehatan pemerintah.

Dari penelusuran sejumlah informasi di lapangan, pasangan C dan Y disebut mendatangi rumah praktik tersebut sekitar pukul 04.00 WIB, karena di anggap masih belum waktunya melakukan persalinan mereka berdua pulang. Selanjutnya, sekitar pukul 06.00 WIB, keduanya kembali ke lokasi karena kondisi Y dinilai sudah membutuhkan pemantauan lebih lanjut.
Karena kondisi Y tidak memungkinkan untuk sering bepergian, pasangan tersebut kemudian memilih tetap berada di rumah praktik sambil menunggu proses persalinan.

Namun, sekitar pukul 07.00 WIB, ID disebut meminta izin untuk melakukan absensi di puskesmas tempatnya bekerja. Persoalan kemudian muncul ketika Y disebut mulai memasuki tahap persalinan, sementara ID belum kembali ke lokasi.

Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa proses persalinan akhirnya dilakukan oleh seorang asisten. Tidak lama setelah prosesi kelahiran, bayi tersebut dikabarkan meninggal dunia.

Seorang warga desa Bomo WG membenarkan adanya kabar bayi dari Y yang meninggal setelah dilahirkan di rumah praktik tersebut.

“Anak Y yang baru dilahirkan di rumah ID kemarin meninggal dunia,” ujarnya saat di temui di sela sela aktifitasnya.

Persoalan tersebut disebut tidak berhenti pada peristiwa meninggalnya bayi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, di duga kedua belah pihak telah dilakukan pertemuan atau mediasi antara pihak keluarga dari pasangan C, Y dengan ID.
Mediasi tersebut disebut berlangsung di kediaman Y dan turut melibatkan Pemerintah Desa Bomo.

Kepala Desa Bomo, Ir. Sutikno, saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp (17/09) membenarkan adanya mediasi tersebut. Menurutnya, pertemuan dihadiri sejumlah unsur, di antaranya pihak pemerintah desa (kepala desa, kepala dusun) dan Babinsa.

“Memang telah dilakukan mediasi,” ujar Sutikno saat dikonfirmasi.

Adapun hasil mediasi menurut Sutikno, ID bertanggung jawab atas semua kesehatan Y setelah persalinan,

“Untuk semua kesehatan Y, semua yang tanggung jawab Ibu ID”, jelasnya

Namun demikian, terkait secara rinci apa yang menjadi pokok pembahasan dalam mediasi, termasuk apakah terdapat kesimpulan mengenai penyebab meninggalnya bayi tersebut, dan siapa yang bertanggung jawab masih belum di dapatkan penjelasan lebih lanjut dari pihak pihak terkait.

Hingga berita ini ditulis, penyebab medis meninggalnya bayi tersebut belum dapat disimpulkan.
Untuk memastikan apakah terdapat hubungan antara proses persalinan, kondisi ibu dan bayi, tindakan medis yang dilakukan, maupun faktor lainnya, diperlukan penjelasan dari tenaga medis serta pemeriksaan dan keterangan dari pihak berwenang atau tenaga kesehatan yang kompeten.

Demikian pula, dugaan bahwa proses persalinan berlangsung tanpa kehadiran langsung ID masih memerlukan klarifikasi dari pihak yang bersangkutan.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan ibu dan bayi dalam proses persalinan. Publik tentu berharap seluruh fakta dapat dibuka secara terang melalui klarifikasi pihak-pihak terkait, sehingga tidak terjadi kesimpulan sepihak di tengah masyarakat.

Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari ID selaku tenaga medis yang disebut menangani persalinan, pihak keluarga C dan Y, serta pihak fasilitas kesehatan tempat ID bekerja. (DL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page