Hukum & Kriminal

Dirut RSUD Blambangan Datangi Rumah Duka, Keluarga Terima Klarifikasi dan Minta Komunikasi Pelayanan Dibenahi

211

BANYUWANGI, RADARKAMELA.COM

Polemik yang sempat mencuat terkait meninggalnya Ady Dwi Saputra, warga Lingkungan Plengsengan, Kelurahan Lateng, Banyuwangi, mulai menemui titik terang. Direktur RSUD Blambangan, Aisyah, bersama jajaran manajemen mendatangi rumah duka pada Selasa (14/7/2026) untuk menyampaikan klarifikasi secara langsung kepada keluarga Almarhum.

Kedatangan manajemen RSUD Blambangan (Aisyah) Banyuwangi disambut pihak keluarga dalam suasana terbuka dan penuh kekeluargaan. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk meluruskan berbagai informasi yang sebelumnya berkembang di masyarakat, sekaligus menjawab sejumlah pertanyaan keluarga mengenai proses pelayanan medis yang diberikan kepada Almarhum.

Dalam pertemuan itu, pihak keluarga menyampaikan apresiasi atas itikad baik Direktur RSUD Blambangan Banyuwangi yang bersedia hadir secara langsung. Menurut keluarga, komunikasi tatap muka tersebut mampu menjelaskan berbagai hal yang sebelumnya belum dipahami sehingga kesalahpahaman yang sempat terjadi dapat diselesaikan dengan baik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan Banyuwangi beserta seluruh jajaran yang telah datang langsung ke rumah duka. Setelah ada penjelasan dan diskusi bersama, persoalan yang sebelumnya menjadi tanda tanya bagi keluarga kini sudah menjadi lebih jelas,” ungkap perwakilan keluarga (Heri Bledek).

 

Meski demikian, keluarga menilai peristiwa tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius bagi rumah sakit, khususnya dalam aspek komunikasi kepada keluarga pasien. Menurut mereka, penjelasan mengenai kondisi pasien maupun prosedur pelayanan seharusnya disampaikan secara cepat, terbuka, dan mudah dipahami agar tidak memunculkan persepsi yang berbeda.

Ifan, selaku perwakilan keluarga Almarhum, menegaskan bahwa sejak awal keluarga tidak menginginkan polemik berkepanjangan. Yang dibutuhkan hanyalah penjelasan yang utuh mengenai penanganan pasien sehingga keluarga memperoleh kepastian informasi.

“Harapan kami sederhana, yaitu adanya komunikasi yang jelas dari pihak rumah sakit kepada keluarga pasien. Dengan penjelasan yang baik, masyarakat tidak akan mudah salah paham dan persoalan seperti ini bisa dihindari,” kata Ifan.

Pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat sebagai saksi proses dialog antara keluarga dan pihak rumah sakit.
Ada ketua Lembaga LMP Dirman, Lembaga BCW Masruri, Indra boncel dan Aktivis Harimau Blambangan Yunus Wahyudi.
Seluruh rangkaian berlangsung dalam suasana kondusif dan menghasilkan kesepahaman untuk menjadikan peristiwa ini sebagai evaluasi bersama demi meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Dengan adanya Klarifikasi secara langsung tersebut, pihak keluarga menyatakan telah menerima penjelasan yang disampaikan manajemen RSUD Blambangan Banyuwangi. Keluarga berharap ke depan komunikasi di setiap lini pelayanan kesehatan semakin baik sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit dapat terus terjaga dan kesalahpahaman serupa tidak kembali terjadi.

(Dra).

Exit mobile version