Seni & Budaya

Karnaval Budaya SDN 2 GLADAG Meledak!!! Wali Murid Turun Jalan, Budaya Nusantara Bergema di Rogojampi

Avatar photo
48
×

Karnaval Budaya SDN 2 GLADAG Meledak!!! Wali Murid Turun Jalan, Budaya Nusantara Bergema di Rogojampi

Sebarkan artikel ini

BANYUWANGI,  RADARKAMELA. COM

Jalanan Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (29/08/2026), berubah menjadi panggung budaya. Pawai Karnaval Budaya SDN 2 Gladag dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 berlangsung semarak, menyatukan siswa, guru, wali murid dan masyarakat dalam satu barisan kebersamaan.

Bukan sekadar parade kostum, kegiatan tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana sekolah mampu menggerakkan masyarakat. Di bawah kepemimpinan Kepala SDN 2 Gladag Hariyanto, S.Pd., jajaran guru, Komite Sekolah dan paguyuban wali murid bahu-membahu menghadirkan perayaan kemerdekaan yang sarat kreativitas dan nilai pendidikan.

Yang membuat suasana semakin mencuri perhatian adalah keterlibatan ibu-ibu paguyuban wali murid dalam marching band. Mereka turun langsung ke jalan, memainkan alat musik dan mengiringi iring-iringan karnaval dengan penuh semangat. Pesannya jelas : Kemerdekaan bukan hanya milik anak-anak, tetapi milik seluruh lapisan masyarakat.

Semarak semakin kuat dengan hadirnya kirab budaya TK Harapan 1 Desa Gladag. Kostum bernuansa budaya Nusantara berpadu dengan iringan musik dan kreativitas peserta, menciptakan pemandangan yang bukan hanya menghibur, tetapi juga menjadi pembelajaran langsung bagi generasi penerus tentang keberagaman Indonesia.

Pawai ini juga memperlihatkan kuatnya sinergi sekolah dengan lingkungan sekitar. Pemerintah Desa Gladag, Apotek Al Hikmah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, wali murid dan masyarakat ikut memberikan dukungan. Kehadiran berbagai unsur tersebut membuat kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif.
Antusiasme warga tak kalah luar biasa. Sepanjang jalur pa)wai, masyarakat berdiri menyaksikan peserta melintas. Sorak, senyum dan kamera ponsel warga mengabadikan setiap penampilan. Jalan desa seolah berubah menjadi panggung rakyat—tempat pendidikan, budaya dan semangat kemerdekaan bertemu.

Tokoh pemuda Gladag, Taufik, menilai kegiatan tersebut layak mendapat apresiasi karena memberikan ruang kepada anak-anak untuk belajar di luar kelas.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Anak-anak bisa belajar tentang budaya, kebersamaan dan semangat kemerdekaan, sementara masyarakat juga mendapatkan hiburan,” ujar Taufik.

Menurutnya, kegiatan semacam ini jangan berhenti sebagai seremoni tahunan. Jika dikembangkan secara konsisten dan melibatkan UMKM serta lebih banyak elemen masyarakat, karnaval dapat menjadi ruang kreativitas sekaligus menggerakkan ekonomi warga.

“Harapannya kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan semakin besar ke depannya,” tegasnya.

Lebih dari sekadar kemeriahan HUT RI, Pawai Karnaval Budaya SDN 2 Gladag menyampaikan pesan penting : pendidikan karakter tidak selalu harus berlangsung di ruang kelas. Ketika anak-anak belajar menghargai budaya, orang tua turun mendukung, guru menjadi penggerak dan masyarakat ikut terlibat, maka nilai gotong royong benar-benar hadir dalam kehidupan nyata.

Kepala Sekolah Hariyanto, S.Pd. bersama jajaran guru, Komite Sekolah dan paguyuban wali murid telah menunjukkan bahwa sekolah dapat menjadi pusat energi positif bagi masyarakat. Dari sebuah pawai, lahir kebersamaan; dari sebuah perayaan, tumbuh kecintaan terhadap budaya; dan dari semangat kemerdekaan, muncul pendidikan karakter bagi generasi masa depan.

SDN 2 Gladag tidak sekadar menggelar karnaval. Mereka menghidupkan jalanan desa dengan semangat Indonesia—merayakan kemerdekaan, merawat budaya dan memperkuat persaudaraan.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! 🇮🇩
Merdeka! Berkarya! Gotong Royong!
Lestarikan Budaya Nusantara!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *